Powered by Blogger.
Showing posts with label History. Show all posts
Showing posts with label History. Show all posts

Saturday, September 1, 2018

Malaysia Tour #Day3, Live Race MotoGP 2017 at Sepang International Circuit




Minggu, 29 oktober 2017. Acara puncak. Hehe. Tujuan hari ini adalah ke Sepang Circuit di Sepang. Kita agak kecapekan jadi lumayan berangkat agak siang karena males-malesan. Kita baru move sekitar pukul 09.00. Kali ini kita Cuma berdua saja berpetualangnya. Berjalan menuju pasar seni station, beli tiket menuju KL sentral. Dari KL sentral beli tiket bus ke KLIA 2 harganya 12 RM.

 
Dalam Bus perjalanan menuju KLIA 2

Sekitar jam 11.00 Sampai di KLIA 2 berkeliling sebentar dan langsung menuju bus stop, beli tiket ke sepang di loket bus, harganya 12 RM per trip tiket, kita beli tiket (Pergi Pulang) pp, jadi 12*4. 

   
Antri tiket bus menuju SIC









Suasana dalam bus menuju SIC, banyak bulenya

Sampai di sepang circuit sekitar pukul 12.20 an, sudah panas sekali haha. Bus turun di Main Circuit Bay 1 (yg ada tulisan nya Sepang Circuit), sedang tujuan nonton kita adalah di F-grandstand, yaitu di Bay 12. Kita harus naik bus rapid lagi (gratis area circuit) menuju bay 12. Sebelumnya kita udah puas photo di tulisan Sepang Circuit,hehe.




Sampai di Bay 12 kita turun dari bus, berjalan sebentar, menaiki bukit menuruni lembah (haha lebai) dan sampai di pemeriksaan tiket, tas kita juga diperiksa, karena tidak diperbolehkan membawa makanan dan minuman dari luar. Setelah masuk tribun, sudah sangat ramai dan penuh tempatnya. Kita cari amunisi dulu, beli makan siang. Banyak sekali penjual makanan dan minuman di bawah tribun, makanannya unik-unik.


>
Suasana antri beli makanan dan minuman


 Setelah dapat makanan dan minuman untuk bekal duduk, kita mulai sweeping cari tempat duduk kosong (ini butuh perjuangan dan buang rasa malu, karena harus ndesek-ndesek melewati banyak orang untuk masuk ke tempat duduk yang masih kosong). Akhirnya duduklah dengan tenang, waktu itu moto 2 sedang berlangsung. Setelah duduk dan nonton hampir 40 menit, tiba-tiba hujan. Padahal giliran kelas GP. Untung hujan ga begitu lama, dan jam 15.00 kelas GP dimulai,




Lintasan panjang membuat kami banyak bengong dan nanggur nunggu rider lewat, tapi untungnya di sediakan layar besar untuk bisa menonton para rider berpacu. Sesekali kami mengambil gambar suasana penonton di F granstand.





Kelas GP berlangsung seru, dan sorak sorai waktu itu yang juara adalah Andrea Dovisioso. Cukup puas sorak sorai dan race pun berakhir, semua penonton tumpah masuk ke circuit. Kami pun tak ketinggalan, lari ke tengah circuit dan berphoto-photo.











Entah siapa mereka, tetiba minta photo bersama, malaysian 

 Kami keluar lewat pintu Main Grandstand. Melihat beberapa stand store resmi dan pameran yang masih berlangsung.









Ada kisah unik disini. Sekitar jam 17.30 Kami berjalan keluar Circuit menuju jalan untuk mengantri bus, tapi karena ramenya penonton, bus selalu penuh dan tidak dapat naik. Kami pun akhirnya duduk saja di trotoar, ada bapak-bapak menawari kami roma biscuit (malu untuk mengambil, kami hanya berterimakasih) Bapak tadi terus mencoba mengajak bicara kami, karena sama-sama dari Indonesia, dan ternyata bapak tadi berempat bersama teman-temannya, orang padang. Kami cepat akrab dan bapak tadi kebetulan sedang menunggu taxi VIP yang disediakan dari apartement nya, kami ditawari untuk ikut ke KL bersama mereka, karena kebetulan masih ada ruang di mobil katanya. Dengan suka cita kami iyakan aja, daripada nunggu bus entah jam berapa baru keluar circuit. Kami relakan tiketnya ga kepake, dan pulang ke KL dengan tenang menggunakan Taxi VIP (oooooh). TERIMAKASIH PAK DHITE DKK.

Sampai di KL sekitar 20.00 an, turun di depan apartement bpk tadi lokasinya deket KLCC, setelah berterimakasih kami menuju stesen menaiki MRT menuju pasar seni stesen. Karena kondisi capek pol, niat kami ke hotel dulu untuk mandi dan istirahat, baru keluar cari makan. Sekitar jam 23.00 kami keluar cari makan, menuju kedai arifin lagi, hehe yang paling deket dan pelayanannya ramah. Setelah makan kami masuk hotel dan istirahat.

Canai dan es milo di kedai arifin menjadi penutup perjalanan hari ketiga kami


Next Day 4 Malaysia Tour

Baca Selengkapnya - Malaysia Tour #Day3, Live Race MotoGP 2017 at Sepang International Circuit

Tuesday, January 16, 2018

Malaysia Tour #Day2, Genting Highlands and Cable Car


Sabtu, 28 Oktober 2017. Perjalanan dimulai dari bangun pagi dan sarapan, keluar nya tetep kesiangan (biasa cewe2 pemalas, haha). Padahal sudah ditungguin temen di luar hotel dari setengah 7 pagi, keluarnya jam 8 lewat hehe. Oh ya cerita sedikit, kami punya temen Indonesia yang kerjanya di Kuala Lumpur, kenalnya waktu perjalanan nonton MotoGP 2015, dia bersedia menemani perjalanan kami. Jadi pas sampai di KL dia antusias banget, pagi-pagi sudah nongkrong nunggu kita di depan hotel.

Menunggu train

Plan kita adalah ke genting highland. Kita menuju ke KL sentral untuk membeli tiket bus ke genting highland, dan ternyata kita dapat bus jam 10.30. Tidak seperti hari biasanya, untuk hari itu turis meningkat tajam, jadi bus nya antri. 



 Sambil menunggu, kita jalan-jalan sekitar Mall yang kebanyakan masih belum buka tokonya. Tiba waktunya, Akhirnya kami melakukan perjalanan ke Genting highland menggunakan bus, awal perjalanan biasa, melalui tol, setelah melewati kota, jalanan berubah menjadi berlegak legok yang lumayan ngeri (ngerinya takut mabok, haha ndeso). Saya duduk bersebelahan dena bapak-bapak sudah tua warga asli malaysia tapi mukanya bule, kami banyak berbincang, sikit-sikit paham lah bahasa melayu hehe. Setelah 1,5 jam perjalanan kita sampai di Genting Highland. Langsung menuju loket Gondola, ini yang di cari-cari. Harga tiket gondola 16RM per orang (untuk perjalanan pulang pergi).


 Dari dalam gondola yang berkaca bening kita bisa melihat pemandangan dari atas, pegunungan dan bangunan-bangunan lainnya. Perjalanan lumayan singkat sekitar 20 menit sampai di paling ujung atas pemberhentian Gondola. Bangunan seperti mall yang di dalamnya ada sky Casino.






 Disana hanya jalan-jalan saja sebentar, kemudian naik kembali ke gondola turun dan berhenti di Chin Swee temple. Tempat ini bagus, pemandangan keren dan sejuk, cuaca sedang mendukung hari itu. Kami posting saja photo-photonya ya..biar gambar yang bercerita tentang keindahan Chin Swee temple.











Setelah puas photo kami melanjutkan naik gondola untuk turun dan pulang. Kita harus menghemat waktu, ceritanya mau ke batu caves sekalian. Tapi setelah sampe di loket tiket, ternyata tiket hanya tersedia untuk jam 18.00. Jadi kami harus menunggu lumayan lama, karena waktu masih pukul 15.30 an. Akhirnya kami putuskan untuk cari makan sambil jalan-jalan di premium outlet. Masuk ke foodcourt premium outlet, kalau mau beli harus deposit kartu dulu.


 Tempatnya ramai tapi nyaman, makanannya macam-macam, tapi agak mahalan dikit hehe. Rasanya rasa sehat, bumbunya kurang berasa di lidah (haha) dan satu lagi yang penting free wifi. Setelah lama duduk dan selesai makan, jam 17.30 an kami berjalan menuju bus stop. Bus datang agak lambat, sekitar 18.10. perjalanan menuju KL ~~~~~

Pukul 19.30 an sampai di KL sentral, kami turun dari bus dan naik ke MRT pesan tiket ke KLCC. Tujuan selanjutnya adalah menara petronas KLCC. Menikmati malam hari di KLCC, photo-photo, melihat pesona air mancur warna-warni menari mengikuti alunan music. Menyenangkan dan ramai sangat di dekat air mancur.




 Setelah capek, 21.45 bergerak naik MRT lagi menuju pasar seni station, tujuan selanjutnya adalah Petaling street. Petaling street semacam pasar malem yang banyak penjual non permanen di jalan, jual mereka baju, tas, sepatu dan makanan.


 Tujuan kita sebenarnya adalah makan, tapi karena makanan di petaling street tidak ada yang cocok jadi kami muter kembali cari makan di dekat hotel. 10.30 Makan di kedai arifin, rumah makan india yang menjual makanan halal dan cocok dengan lidah indonesia. Disana juga pekerjanya orang indonesia. Sudah larut malam, akhiri dengan kenyang dan balik ke hotel untuk istirahat, teman laki2 kami pulang ke rumahnya. ~~~~~


Persiapan berangkat dan Budget Malaysia Tour Day 1

Baca Selengkapnya - Malaysia Tour #Day2, Genting Highlands and Cable Car

Saturday, September 19, 2015

Simfoni Mahameru, Cintaku Negeriku, Bocah Pembakar Ikan




Malam ini, Sabtu, 19 September 2015. Saya ingin sekali menuliskan apa yang baru saja saya alami dan lihat. Peristiwa begitu mengharukan bagi saya. Sekitar 19.20 WIB, setelah pulang shalat isya dari masjid saya bersepeda ontel untuk pergi ke jalan raya membeli ikan bakar. Jaraknya lumayan dekat makanya saya nyepeda, kalau ibu kos saya biasa jalan kaki palah ke warung ikan bakarnya. Tidak sampai 5 menit saya sampai di warung pinggir jalan bantul KM 9.5. Saya parkirkan sepeda, dan menanyakan "ikannya masih dek?", disitu hanya ada anak laki-laki sedang bermain handphone dan memegang buku.

Sejak kedatanganku handphone nya dia letakan dan berdiri sambil menjawab singkat "masih."

Kemudian saya diajak melihat ikan di box sterofom putih.
Dia menanyakan "mau yang mana?"
"Nila", jawab saya sambil nunjuk ikan. Dia angkat ikan berwarna agak merah itu.
Saya berubah pikiran karena ikannya agak kecil dan mengganti dengan ikan cakalang. "yang itu aja yang dibawah ikan apa itu?, tanya saya.
"Cakalang.", jawabnya singkat.
"yah, yang itu saja." tutup saya.

Dia lalu menimbang ikannya dan mengatakan "sembilan ribu". "oke", jawabku

Kemudian saat mau melangkah saya kembali membuka percakapan, "Ibumu kemana?". Dia menjawab, "lagi pergi sebentar".
"bakar bisa ya dek?", saya tanya lagi. "bisa.", lagi-lagi dia irit jawab.

Saya kemudian duduk sambil memainkan hp, dan melihat buku yang anak tadi baca, bukunya berjudul CINTAKU NEGERIKU, buku itu kumpulan lagu nasional. Saya membolak balik buku yang di dalamnya bergambar not balok dan lirik lagu yang hampir sebagian saya lupa. Itu nyanyian waktu SD dulu.



Bocah tadi sibuk dengan seekor cakalang, dia beleh, cuci dan bumbuin, kemudian menyalakan kompor. Tak selang lama bunyi "sreeeeng" ikan itu masuk minyak panas. Bocah itu begitu ahli menyiapkan pesananku.

Aku masih pura-pusa sibuk dengan handponeku, pikiranku kemana-mana. Entah aku begitu merasa bingung, masa bocah sekecil itu yang menyiapkan lauk untuk saya?. dan banyak lagi pertanyaan yang tak ada jawabannya.


Sekitar 20 menit bocah itu, naik ke kursi plastik untuk mengambil kertas minyak dan sambal.
Tiba-tiba dia berkata "klipnya habis",
saya tanyakan lagi "gimana?"
Dia mengulangi kata yang sama "klipnya habis", ternyata yang dia maksud adalah isi stepler, mungkin dia mencari ngga ketemu, atau mungkin memang habis.
"udah ngga papa, ga usah di klip", jawab saya.

Lalu dia mengambil plastik dan memasukan bungkusan kertas minyak berisi ikan kedalam plastik, dan tak lupa memasukan satu bungkus sambal.

Dia memberikan ke saya. Saya bertanya "kelas berapa kamu de?".
"kelas 6", jawab singkat.
"oowh anak pintar, nih bayarnya ya, sisanya untukmu anak pintar". Saat itu saya memang pas bawa uang 15ribu, dan ngga bawa dompet. Saya kasih semua. Saya pikir itu sedikit penghargaan untuknya yang susah payah melayani saya. Dan saya memang kagum dengannya. Bocah kelas 6 SD membantu ibu nya jualan ikan bakar, anak laki-laki pula. super.

Saya kemudian pulang, didepan rumah ada ibu kos yang tiap malam menyirami halaman dengan beberapa ember bekas cucian. Ibu kos tanya, "darimana mbak?"
"habis beli ikan bakar ini, hehe (sambil nyengir-nyengir)", jawab saya
"oh di pinggir jalan situ? (sambil nunjuk arah warung ikan bakar)"
"Iya bu", jawab saya
"Saya biasa beli, tapi dianterin sama meru (anaknya) biasanya" ibu kos mulai cerita
"oh bisa dianterin ya?" pura-pura nanya saya.
"bisa biasanya anaknya si meru yang anterin", ibu kos melanjutkan
"ini tadi juga dibakarin sama anak kecil cowo itu. siapa namanya?" Mulai kepo saya
"Simfoni Mahameru, teman kelasnya Ilham itu (ilham anak ibu kos).
"wah namanya keren", mulai penasaran lagi.

Lalu ibu kos menceritakan, dia ditinggal bapaknya 6 tahun ngga balik lagi kesini, sejak dia TK sampai sekarang. Bapaknya orang Kendari, pulang kesana waktu Bapaknya yang di Kendari meninggal tapi sampai sekarang ngga pulang. Dia tinggal bersama adeknya cewe, dan Ibunya. Jualan Ikan Bakar tiap sore sampe jam 8 malam.

Itu hanya satu dari jutaan cerita yang hampir sama tentang kisah-kisah yang sangat menguras emosi. Dan Tuhan ingin kenapa ditunjukan kepada saya untuk perlunya bersyukur dan berbagi. Alhamdulillah, Terimakasih. sekian.

Sampai selesai menulis ini, ikannya belum saya makan :D, lapar saya ilang.

Baca Selengkapnya - Simfoni Mahameru, Cintaku Negeriku, Bocah Pembakar Ikan