Powered by Blogger.
Showing posts with label Go Green. Show all posts
Showing posts with label Go Green. Show all posts

Saturday, September 1, 2018

Malaysia Tour #Day3, Live Race MotoGP 2017 at Sepang International Circuit




Minggu, 29 oktober 2017. Acara puncak. Hehe. Tujuan hari ini adalah ke Sepang Circuit di Sepang. Kita agak kecapekan jadi lumayan berangkat agak siang karena males-malesan. Kita baru move sekitar pukul 09.00. Kali ini kita Cuma berdua saja berpetualangnya. Berjalan menuju pasar seni station, beli tiket menuju KL sentral. Dari KL sentral beli tiket bus ke KLIA 2 harganya 12 RM.

 
Dalam Bus perjalanan menuju KLIA 2

Sekitar jam 11.00 Sampai di KLIA 2 berkeliling sebentar dan langsung menuju bus stop, beli tiket ke sepang di loket bus, harganya 12 RM per trip tiket, kita beli tiket (Pergi Pulang) pp, jadi 12*4. 

   
Antri tiket bus menuju SIC









Suasana dalam bus menuju SIC, banyak bulenya

Sampai di sepang circuit sekitar pukul 12.20 an, sudah panas sekali haha. Bus turun di Main Circuit Bay 1 (yg ada tulisan nya Sepang Circuit), sedang tujuan nonton kita adalah di F-grandstand, yaitu di Bay 12. Kita harus naik bus rapid lagi (gratis area circuit) menuju bay 12. Sebelumnya kita udah puas photo di tulisan Sepang Circuit,hehe.




Sampai di Bay 12 kita turun dari bus, berjalan sebentar, menaiki bukit menuruni lembah (haha lebai) dan sampai di pemeriksaan tiket, tas kita juga diperiksa, karena tidak diperbolehkan membawa makanan dan minuman dari luar. Setelah masuk tribun, sudah sangat ramai dan penuh tempatnya. Kita cari amunisi dulu, beli makan siang. Banyak sekali penjual makanan dan minuman di bawah tribun, makanannya unik-unik.


>
Suasana antri beli makanan dan minuman


 Setelah dapat makanan dan minuman untuk bekal duduk, kita mulai sweeping cari tempat duduk kosong (ini butuh perjuangan dan buang rasa malu, karena harus ndesek-ndesek melewati banyak orang untuk masuk ke tempat duduk yang masih kosong). Akhirnya duduklah dengan tenang, waktu itu moto 2 sedang berlangsung. Setelah duduk dan nonton hampir 40 menit, tiba-tiba hujan. Padahal giliran kelas GP. Untung hujan ga begitu lama, dan jam 15.00 kelas GP dimulai,




Lintasan panjang membuat kami banyak bengong dan nanggur nunggu rider lewat, tapi untungnya di sediakan layar besar untuk bisa menonton para rider berpacu. Sesekali kami mengambil gambar suasana penonton di F granstand.





Kelas GP berlangsung seru, dan sorak sorai waktu itu yang juara adalah Andrea Dovisioso. Cukup puas sorak sorai dan race pun berakhir, semua penonton tumpah masuk ke circuit. Kami pun tak ketinggalan, lari ke tengah circuit dan berphoto-photo.











Entah siapa mereka, tetiba minta photo bersama, malaysian 

 Kami keluar lewat pintu Main Grandstand. Melihat beberapa stand store resmi dan pameran yang masih berlangsung.









Ada kisah unik disini. Sekitar jam 17.30 Kami berjalan keluar Circuit menuju jalan untuk mengantri bus, tapi karena ramenya penonton, bus selalu penuh dan tidak dapat naik. Kami pun akhirnya duduk saja di trotoar, ada bapak-bapak menawari kami roma biscuit (malu untuk mengambil, kami hanya berterimakasih) Bapak tadi terus mencoba mengajak bicara kami, karena sama-sama dari Indonesia, dan ternyata bapak tadi berempat bersama teman-temannya, orang padang. Kami cepat akrab dan bapak tadi kebetulan sedang menunggu taxi VIP yang disediakan dari apartement nya, kami ditawari untuk ikut ke KL bersama mereka, karena kebetulan masih ada ruang di mobil katanya. Dengan suka cita kami iyakan aja, daripada nunggu bus entah jam berapa baru keluar circuit. Kami relakan tiketnya ga kepake, dan pulang ke KL dengan tenang menggunakan Taxi VIP (oooooh). TERIMAKASIH PAK DHITE DKK.

Sampai di KL sekitar 20.00 an, turun di depan apartement bpk tadi lokasinya deket KLCC, setelah berterimakasih kami menuju stesen menaiki MRT menuju pasar seni stesen. Karena kondisi capek pol, niat kami ke hotel dulu untuk mandi dan istirahat, baru keluar cari makan. Sekitar jam 23.00 kami keluar cari makan, menuju kedai arifin lagi, hehe yang paling deket dan pelayanannya ramah. Setelah makan kami masuk hotel dan istirahat.

Canai dan es milo di kedai arifin menjadi penutup perjalanan hari ketiga kami


Next Day 4 Malaysia Tour

Baca Selengkapnya - Malaysia Tour #Day3, Live Race MotoGP 2017 at Sepang International Circuit

Friday, August 21, 2015

Wisata Adventure di Sungai Elo Magelang, Edisi Rafting



 Kamis, 19 Februari 2015. Trip kali ini sedikit berbeda, bukan weekend tapi hari kamis. Hari itu adalah hari libur tahun baru imlek, jadi kami manfaatkan sedikit waktu untuk trip yang dekat-dekat saja, yaitu Magelang dengan tujuan spesifik adalah Sungai Elo. Partner trip kali ini adalah kawan-kawan kantor. Langsung aja planning nya cukup singkat hanya 2 hari saja untuk menentukan tempat dan orang-orangnya siapa saja.  Awalnya peserta (cie peserta kaya apa aja) berjumlah 8 orang, tapi pada saat yang datang itu cuma 6 orang.  Tidak terlalu berpengaruh lah.


Satu hari sebelumnya, yaitu hari rabu kami pesen waktu ke orang utan adventure, jasa penyedia raffting sungai elo.  Kami sempat menghubungi beberapa penyedia lain yang lebih murah, tapi semua sudah di booking.  Akhirnya kami bernegosiasi dengan orang utan adventure kena harga 800.000/1boat.  Harga segitu sudah termasuk makan siang, snack tengah perjalanan, pemandu, perlengkapan raffting komplit, asuransi, dan dokumentasi.

Sepakat kumpul di kantor pukul 07.00 WIB, tapi seperti kebiasaan sebelumnya jam nya ngaret hehe. Kami benar-benar take off (biar keren) sekitar pukul 08.00 WIB mengendarai mobil avanza.  Jam segitu masih muter kota beli charger kamera dan tokonya belum buka haha.

Ok, perjalanan dimulai, kami melewati jalan yang tidak semestinya, karena harus muter melewati daerah sleman paling ujung timur kecamatan Minggir. Oh iya lupa, dari Jogja kami berlima, kawan kami menunggu jemput dirumahnya di kecamatan Minggir itu.

Perjalanan kami terasa lama sekali, selain muter kami juga belum tau lokasi yang kami pesan untuk raffting, yaitu Orangutan Adventure.  Kami harus pastikan betul lokasinya via sms dan telphone ke pemilik.

Sekitar pukul 10.45 WIB kami mendarat di di Orangutan adventure.  Kami sudah di tunggu pemilik dan pemandu, karena jadwal semestinya itu pukul 10.00 wib. Kami langsung bergegas siap-siap dan ganti pakaian. Setelah itu kami masuk angkot yang sudah disediakan Orangutan Adventure untuk membawa kami bersama dengan perahu karet serta sejumlah peralatan raffting.  Jarak dari Orangutan Adventure dengan lokasi raffting tidak begitu jauh, hanya sekitar 10 menit.

Begitu sampai di pos start raffting, wow sudah banyak yang hendak meluncur ke sungai.  Mereka rata-rata rombongan tour, usianya variatif dari anak-anak sampai orang tua.  Oke, kita pun turun dari angkot dan mempersiapkan diri memakai pelampung dan helm.  Sementara pemandu dan sopir menurunkan perahu karet yang akan kita tumpangi.

Kita berkumpul untuk mendapat arahan dari pemandu (lupa nama pemandu).  Kita diajari cara memegang dayung, mendayung, cara jika jatuh, untuk tidak panik dan selalu tenang, dan lainnya yang sifatnya teknis.  Perahu itu maksimal adalah 7 orang termasuk pemandu, pemandu itu ibarat stir, kuasanya lebih banyak haha.

Setelah pemanasan sedikit kami langsung terjun deh bersama perahunya.  Bawaanya udah seneng banget dan deg-degan.  Kami melewati satu persatu jeram-jeram kecil, karena ini adalah kelas wisata atau pemula maka dipilihkan lokasi yang tidak terlalu berbahaya.  Tapi bagi saya yang baru pertama kali raffting ini mengerikan apa lagi tidak bisa renang nih Haha.


Selang 20 menit pertama, temen saya bilang "wah, kurang basah nih". Karena dari tadi jeram masih kecil.  Pada saat itu pemandu mengingatkan teman saya untuk memperbaiki posisi duduknya, pada saat itu teman saya yang berada tepat disampingku dan di depan pemandu langsung di gulingkan ke sungai oleh pemandu.  Kami antara kaget, kasihan dan lucu, jadi tertawa saja sambil nanya iseng " sekarang udah basah?".
dayung lagi
Cara naikin temen saya ke perahu terbilang unik, pelampung sudah dipegang bagian pundak oleh pemandu dan siap dinaikin ke perahu.  Saat naikin itu pake acara ancang-ancang dulu jadi diblebekin 2 kali baru diangkat. Haha makin bikin tertawa nih ekspresi ketakutan temen itu haha. Sudah kapok ngga bilang apa-apa lagi deh hehe.

Selanjutnya kami agak sering melewati jeram yang agak deras, menyalip dan berduel di jeram, makin menyeramkan saja seolah perahu mau tumplek (terbalik).  Saat menemuai arus agak tenang kami sedikit berbincang dengan pemandu.  Pemandu bilang, "itu didepan sana ada biawak", kami semua melihat ke depan dengan dayung yang sedikit pelan karena arus kecil dan berkonsentrasi mencari dimana biawak yang tadi dibilang pemandu.  Tiba-tiba byuuuuur saya dijatuhin ke sungai sama pemandu. Semua kaget dan tertawa (kalo liat temen sengsara biasanya tertawa, aku juga haha). "Lha ini biawaknya" kata temen saya. Wah sialan nih.

tau aja ada kamera
Saya dah takut bukan kepalang, kan ngga bisa renang. Tapi saya bawaannya tenang deh, kaya kata pemandu ngga boleh panik. Saya dibiarkan agak lama di sungai dengan cuma pegangan tambang yang menempel di boat. Setelah itu pemandu mulai beraksi hendak mengangkat saya. Sama seperti halnya temen saya tadi saya di masukin air dulu baru diangkat. Waktu itu ada temen segelah saya di boat disuruh minggir sama pemandu, "mba, awas agak maju dikit ini untuk naikin temen mba". Akhirnya temen saya maju ke barisan depan, saya diangkat tapi dibablasin, jadi dari kiri kapal cuma dilepar ke kanan kapal, melewati kapal dan masuk lagi ke sungai. Waah parah banget nih pemandu, langsung aja semua tertawa, mungkin liat ekspresi saya yang mengenaskan. Apalagi banyak boat yang isinya ibu-ibu yang melintas disekitar kami. Mereka ikut tertawa, serasa pemain sirkus :(. Baru pertolongan kedua saya benar-benar dinaikin dalam boat. Udah minum sungai coklat banyak nih haha.


Kami mendayung lagi melewati beberapa jeram yang agak deras. Saya jadi menuntut sama pemandu, kapan temen-temen yang didepan diceburin. Dan tiba di jeram agak deras, kita cuma mendayung, semua kendali belok kanan kiri ada di pemandu. Tiba-tiba masuk dijeram semua sibuk mendayung, sementara barisan depan kanan separuh badannya masuk ke air, jd badan dan kepalanya. Temen sebelahnya megangin tangan supaya ga jatuh, tapi palah makin lucu, jatuh ngga, naik diperahu jg ngga. Jadi bertahan di posisi kepala berada disungai. Akhirnya pemandu nyuruh lepasin pegangan temen saya, dan byuuur dia jatuh ke sungai. Hahaa akhirnya barisan depan ada yang jatuh disungai.  Kali ini ga ekstrem cara nolonginnya, karena yg jatuh badannya gede dan cowo (mungkin pemandunya ga kuat haha).

eksis disela istirahat

Kami lanjut lagi, sampe pada titik istirahat, kami menepi dan berpose ria karena disitu kameramen kami menunggu.  Kami sudah disediakan tempat dan makanan dipinggiran sungai. Ada kelapa muda dan beberapa snack lain, udah kaya ga makan 7 hari pada makannya ga dikunyah, langsung telen kaya uler haha.  Kami istirahat sekitar 15 menit lalu lanjut lagi.

seru nih
istirahat dulu bos

Ini sesi ekstrem petualangan kita.  Kita berada di zona arus tenang dan datar, kami dikasih pilihan sama pemandu, "mau nyebur sendiri apa diceburin?"
Akhirnya kami pilih nyebur sendiri, kami nyeburin diri ke sungai coklat yang arusnya tenang tapi tetep aja air berjalan deras.  Satu per satu tubuh kami seperti hanyut terbawa arus.  Sampai akhirnya aku nih terpojok dipinggiran sungai yang ga mengalir, arusnya hanya muter dipinggiran.  Karena ga bisa renang, cuma berusaha keluar dari putaran air itu terasa berat banget.  Aku manggil-manggil temen yang udah hanyut jauh, tapi apa daya mereka juga kayaknya lagi berjuang deh haha.  Ada perahu yang lewat, rombongan ibu-ibu dan bapak-bapak, saya ditanyain, "kenapa dek?"
"Ketinggalan bu?" Jawab aku biar ga terlalu malu.
Akhirnya pemandu dan rombonan perahu tadi nolongin aku, naikin aku diperahunya dan mulai mengejar perahuku.

Ternyata dari kejauhan perahu kami nyangkut di pepohonan bambu yang ujungnya turun ke sungai.  Mereka sedang berusaha keluar dari bambu itu.  Salah satu yang nolongin saya bilang "itu kan perahunya?, untung kamu disini, perahunya nyangkut tuh disitu"  haha bener juga.  Pemandu dan perahu yang saya tumpangi berusaha menolong perahu kami.  Menarik perahu kami supaya ke tengah dan lepas dari bambu. Teman-teman udah ada diatas perahu, palah sekarang pemandu yang turun ke sungai berusaha melepaskan perahu dari bambu (gantian yang tidak menguntungkan pemandu haha)

Setelah perahu ke tengah dan keluar dari bambu, aku langsung dikasih akses untuk loncat ke perahuku.  Mengenaskan kondisi perahuku, banyak sampah daun dan ranting bambu, kami sedikit membersihkan dedaunan itu.  Teman-teman dah mulai pamer dan heboh dengan luka lecet yang didapat tadi (haha gue aman).  Ada yang kena lugutnya(istilah bulu bambu yang bikin gatel), ada yang kena rantinnya.   Terlihat begitu mengenaskan haha.

Mendayung sekitar 10 menit kami sampai di finish nya kami ( karena beberapa perahu beda finishnya).  Kami menepi dan turun dari perahu, pemandu memanggul perahunya dan kami berjalan mengikutinya.  Di tepian sudah ada mobil angkot yang menjemput kami.  Segera masuk dan langsung jalan menuju Camp Orangutan Adventure.  Semua heboh bercerita pengalaman tadi.

Paling cuma 15 menit sampai di Camp, kami langsung bebebersih diri di kamar mandi.  Setelah itu kami sudah disiapkan makan siang di restoran Orangutan.  Menu kami adalah ayam bakar, sayur asem dan oseng tempe plus teh hangat.  Entah karena lapar atau memang masakannya enak, terasa begitu nikmat sayur asemnya, kami semua lahap makannya.  Selesai makan kami dihampiri beberapa kru dan owner Orangutan Adventure, mereka memberikan CD dokumentasi petualangan kami.  Dan sempat ngobrol ngalor ngidul tentang pengalaman si owner dalam ber raffting, sangat luar biasa.  Kami juga sempat mengadu tentang pemandu kami yang agak jahil. Haha.  Katanya kalau ga dijahilin ga ada sensasinya, memang betul begitu.

sayur asemnya suegerrr
Di Camp Orangutan Adventure ada restoran, outlet souvenir dan oleh-oleh, ada ruang ibadah, kamar mandi yang banyak jumlahnya.  Sudah komplit deh (bukan promosi lho) harga memang tergolong mahal, tapi service nya memuaskan.

Hari itu hujan mulai turun, selesai makan kami bingung mau kemana.  Jam menunjuk pukul 14.30 an, kami putuskan lanjut ke Ketep Pass, meski kami tahu cuaca tidak bagus untuk pergi ke daerah dataran tinggi.  Ketep Pass adalah daerah wisata dataran tinggi yang menyajikan view alam pegunungan di daerah Magelang.  Benar saja, cuaca gerimis dan pemandangan tertutup kabut tebal, jadi zonx deh, ga bisa lihat menariknya alam Ketep.  Tiket masuk ketep 7.500/orang.  Di Ketep sekitar 20 menit, kami langsung balik ke mobil dan pulang.

view ketep pass

Perjalanan pulang kami selanjutnya sambil cari tempat hunting duren (saat itu lagi musim duren).  Meski beberapa dari kami ada yang tidak suka duren (termasuk aku, anti banget sama duren) tapi biarin deh buat pelengkap petualangan haha.  Tengah perjalanan kami mampir di masjid Kyai Serang Kulonprogo, masjid besar dengan nuansa wisata religi, disamping masjid ada beberapa makam kyai.

Selesai shalat, lanjut lagi dan sampai pada beberapa deretan penjual duren pinggir jalan.  Duren yang mereka jual langsung dari kebunnya.  Teman-teman yang doyan membeli beberapa duren untuk dibawa pulang dan disimpan dibelakang mobil.  Heran aku, kok ga mual atau mabuk ya, padahal biasanya kalo bau dijalan aja udah mual. Haha. Ajaib.

Jam 17.20 an, mampir di bakmi teror pak Gundul, mengisi amunisi sebelum benar-benar pulang.  Setelah selesai makan kami menuju rumah teman yang di kec. Minggir Sleman.  Kami mampir untuk sholat disitu dan langsung pulang menuju kota Yogyakarta.  Sekitar jam 19.00 kami sampai di titik temu (kantor) hari itu masih hujan. Dan kami pulang ke masing-masing rumah.

See u next adventure :)

Baca Selengkapnya - Wisata Adventure di Sungai Elo Magelang, Edisi Rafting

Sunday, February 8, 2015

Obyek Wisata Alam Kalibiru, Kulon Progo



Selamat Datang di Kalibiru



Minggu, 08 Februari 2014. Agenda mengisi acara weekend ke obyek wisata alam Kalibiru di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kalibiru merupakan salah satu dari Taman wisata terpadu hutan kemasyarakatan Kulon Progo. Berada di daerah perbukitan menoreh, menawarkan keindahan alam hutan, sungai dan pemandangan alam lain yang dapat dilihat dari ketinggian. Kami berempat (wanita semua) mengendarai 2 sepeda motor dari arah bantul menuju kawasan wisata alam kalibiru, berangkat dari Bantul pukul 09.30 wib. Jarak perjalanan di peta sekitar 55 menit (no traffic light, no nyasar). Diantara kami berempat belum pernah berkunjung ke Kalibiru, jadi kami hanya mengandalkan peta dan GPS dismartphone. Jalan lumayan lancar, nyasar sedikit tapi tidak terlalu jauh, jadi waktunya tidak terlalu terbuang banyak. Jalan beraspal dan baik.


Kondisi Jalan


Baliho Selamat datang


Pukul 10.20 sampe di kawasan wisata Kalibiru. Sekitar 600 meter sebelum sampai di Kalibiru, ada pos retribusi jasa lingkungan dengan harga Rp. 5,000/sepeda motor (dalam tiket tertulis, retribusi ini akan dipergunakan untuk kelestarian hutan dan lingkungan dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat pinggiran hutan), sangat jelas maksudnya semoga hutan kita tetap lestari. Lokasi ini jalan masih datar belum ada tanjakan. Selepas melewati Pos retribusi perjalanan kami mulai menanjak dengan kemiringan tak tentu, dengan kelokan tak tentu, kami harus berhati-hati supaya bisa terus menanjak. Di pos retribusi kami diberi arahan untuk menggunakan gigi rendah saja (tapi motor kita kan matic, gigi tonggos kita mah :D). Di beberapa tikungan dan tanjakan tajam memang tidak ada rambu lalu lintas, tapi ada petugas yang ber handy-talki siap mengingatkan dan mengarahkan perjalanan kita. Selain jalannya memang ekstrim ini dikarenakan jalannya juga sempit, jadi jika dipake untuk berpapasan 2 mobil sangat sulit, jadi petugas harus memastikan benar jika ada mobil yang lewat salah satu dari mobil itu harus berhenti di pinggir.


Wisata Alam Kalibiru
Sampai diparkir sekitar jam 10.40 (jasa parkir bayar didepan, Rp. 2,000/ sepeda motor), kami langsung bergegas jalan menanjak menuju Kalibiru yang dimaksud. Dari parkiran berjarak sekitar 400 meter, karena medannya naik dan harus jalan kaki jadi terasa begitu jauh dan capek. Ada tiket masuk Rp. 5,000/orang. Sampai disana, wow, ternyata ramai juga banyak wisatawan, semua sepertinya domestik dari wilayah sekitar Yogyakarta saja. Kami langsung disuguhi pemandangan alam yang luar biasa, pemandangan dari atas bukit terlihat hijau segar, dan sungai coklat muda terlihat keruh (pasti tahu sungai sekarang tak lagi seperti yang dulu). Tapi tak mengurangi pemandangan indah di bukit menoreh ini. Sangat keren.


Papan Penunjuk jalan tersebar


Kondisi Jalan menuju Kalibiru



view

view

view

view
Beberapa pohon tercancang tali dan papan kayu, wisata ini dilengkapi dengan beberapa permainan menantang, seperti flying fox, berjalan di rangkaian papan kayu yang ditali antar pohon. Sepertinya sangat seru, tapi permainnya masih sedikit, sehingga untuk dapat mencobanya harus mengantri. Permainan ini cukup aman, karena rutenya yang pendek dan beberpa pemandu saya lihat cukup banyak dan terlatih.

Wahana Flyingfox

Kami mengabadikan perjalanan kami dalam kamera dan smartphone, melihat dari sudut ke sudut yang tak berujung, dan mengagumi alam Indonesia. Kami sangat senang mengunjungi beberapa tempat wisata alam Indonesia. 
Gazebo

Jam 11.50 kami sempatkan istirahat di warung sambil minum yang dingin-dingin, karena cuaca saat itu sangat panas, cerah sekali. Kami istirahatkan kaki dan badan kami selama 20 menit. Warung dan gazebo banyak tersedia di obyek wisata Kalibiru, bahkan jika ada yang hendak menikmati lebih lama lagi dengan menginap di sekitar obyek wisata, banyak tersedia homestay. 



Kami putuskan pkembali ke parkir jam 12.20 dan melanjutkan perjalan ke obyek wisata lain.

Ok, see u next adventure :)

Salah satu bukti jasa lingkungan. banyak tersedia tempat sampah :)

Baca Selengkapnya - Obyek Wisata Alam Kalibiru, Kulon Progo

Saturday, November 22, 2014

Perjalanan Wisata ke Kota Batu, Jawa Timur

Pintu Masuk Jatimpark 1

Tanggal 14-16 November 2014 menjadi agenda weekend ke Kota Batu, Jawa Timur. Perjalanan kita dari Yogyakarta menggunakan kereta, perjalanan ini tergolong ribet dan makan waktu banyak, karena ini pertama kalinya ke Kota Batu. Tujuan kita ke kota Batu berkunjung ke Jatim park, ke museum angkut (berbekal info temen), ke BNS.

Dengan pengalaman minim, kita buka beberapa blog dan pesan tiket 2 minggu sebelum keberangkatan, tiket PP(pulang pergi) sudah dipesan, berangkat dari st. Solo Jebres-st.Malang, pulang St. Surabaya Gubeng-Purwokerto. Pesan tiket pulangnya jurusan Purwokerto karena teman saya kerja di Purwokerto biar sekalian langsung satu tiket, jadi nanti saya turun di Lempuyangan, teman saya menerukan perjalanan ke Purwokerto tanpa harus ganti tiket.

Ada beberapa alasan kenapa memilih rute yang begitu ribet, Dikarenakan tiket kereta ekonomi dari Yogyakarta tidak ada yang sesuai maka kami putuskan berangkat dari Solo Jebres pada hari sabtu, 15 Nov 2014 pukul 00.08 WIB. Kemudian untuk pulang pun begitu dari st Malang tak ada tiket murah, maka kami pilih dari St. Surabaya Gubeng dan sekalian lihat kota Surabaya.

Jumat, 14 November 2014. Teman saya dari Purwokerto datang ke Yogyakarta. Singkat saja ceritanya, kami pesan tiket pramex dari lempuyangan ke Solo untuk jam 22.00, dengan tibanya kereta di st. balapan jam 23.13 (pramex hanya sampai st. Balapan). Saya pikir waktu segitu masih longgar untuk keberangkatan kereta yang ke Malang jam 00.08 WIB. Kereta datang, kami naik dan santai duduk bersama beberapa penumpang. Ternyata perjalanan kereta lambat dan banyak berhenti, jadwal yang semula sampai jam 23.13, jadi samapi jam 23.55 di st. balapan. Akhirnya kami kocar-kacir, pikiran kami aaaah kacau. Turun dari kereta langsung lari keluar stasiun dan mencari taksi menuju st. Solojebres. Tak sempat negosiasi dengan pak sopir taksi, kami langsung naik mobil avanza silver plat hitam, bukan taksi resmi, langsung menuju st. Solojebres. Jarak st. Balapan dengan St. Solojebres tak terlalu jauh, sekitar 2.3 KM. tarifnya Rp. 35.000 ( :( dalam hati, gak rela wkwk) gak sampai 5 menit kami sampai di st. solo jebres, jam 00.10 kayaknya saat itu, kami langsung masuk stasiun, dan apa yang terjadi kereta lambat, jadi belum datang, kami menggunakan kereta ekonomi matarmaja (@Rp. 65.000). Bahkan belum diperbolehkan masuk ke area penumpang menunggu. Yah, sudah berlarian ternyata keretanya juga lambat, tapi kami bersyukur, karena kalau keretanya tepat waktu, kita ketinggalan deh. Sekitar jam 00.50 kereta baru datang, kami naik dan siap menghadapi dinginnya malam perjalanan ke Malang. 


Stasiun Malang

Sabtu, 15 November 2014. Kami sampai di st. Malang kotabaru sekitar jam 08.00 pagi, kami keluar stasiun untuk segera mencari angkot menuju terminal Landungsari (ini berdasarkan rekomendasi dari teman kuliah temanku yang domisili di kota Batu). Kami naik angkot ADL (Arjosari Dinoyo Landungsari) (@Rp. 3.000), sampai di terminal sekitar jam 08.50, terminalnya sepi, cuma angkot dan beberapa bus kecil. Selanjutnya kami disarankan naik bus Puspa Indah jurusan Jombang/Kediri (@Rp. 3.000), dan harus turun di Jl. Flamboyan. Sampai di jl. Flamboyan jam 09.55, kami dijemput menggunakan sepeda motor oleh temennya temen, di ajak mampir ke rumahnya dan disuguh macam-macam makanan :D.

Kami numpang bersih-bersih badan, mandi, makan dan sholat disitu, agak ngga enak juga karena awalnya kami minta dicarikan hotel yang murah, eh palah jadi dirumahnya. Sekitar jam 13.00, kami diantar ke Jatimpark 1 menggunakan 2 sepeda motor, diantar oleh oleh tuan rumah dan adeknya. Jarak dari rumahnya ke Jatimpark itu ngga begitu jauh, hanya sekitar 10 menit perjalanan menggunakan sepeda motor. Kami sampai di Jatimpark, dan masuk. Harga tiket masuk Jatimpark 1: untuk weekday (senin-jumat) 50.000, dan weekend (jumat-sabtu) 75.000. Tiket itu termasuk untuk menaiki beberapa wahana yang ada di Jatimpark 1. Kami akan diberi gelang sebagai tanda untuk masuk ke Jatimpark 1.

Agak kurang tepat waktunya, karena beberapa bagian masih dalam renovasi dan maintanance. Tapi kami tetep semangat untuk mengexplore area jatimpark 1. Saya kasih gambaran mengenai jatimpark 1, taman hiburan ini seperti TMII, ada beberapa miniatur atau landmark beberapa tradisi, sejarah, kejadian di Indonesia. Seperti miniatur beberapa candi di pulau Jawa, adat dari berbagai etnik di Indonesia, Miniatur keraton di Indonesia, diorama sejarah, patung masa prasejarah, patung hewan mitologi dan berbagai arti sejarahnya. Jadi Jatimpark 1 adalah taman ilmu, taman sejarah, taman bermain, taman hiburan, sangat komplit liburan ke Jatimpark 1.

Miniatur candi sukuh

  
Diorama sejarah


Gerbang Keraton Nusantara



Beberapa wahana tersebar di area jatimpark 1, mulai dari wahana untuk anak-anak dan sampai wahana yang menantang nyali. Kami bertiga (karena adeknya yang ngater ngga mau ikut) satu persatu mencoba wahana untuk kalahkan rasa takut :D. Ada beberapa wahana yang masih sedang maintanance, dan ada beberapa wahana yang jika ingin mencoba harus membayar lagi. Kami puaskan bermain dan mengexplore seluruh Jatimpark 1. Kami keluar Jatimpark sekitar jam 16.00.


 
Permainan Pendulum dan lainnya


Lintasan Roller Coaster dan Wahana Permainan


Keraton Hantu

Kawasan permainan air

Apa ini ya. lupa

Iguana Show

Selanjutnya kami menuju Museum Angkut+, jarak tidak begitu jauh, sekitar 5 menit dari Jatimpark 1. Museum angkut, sperti yang diceritakan temanku waktu berkunjung adalah kumpulan beberapa kendaraan dari luar dan dalam negri, mulai dari tahun munculnya kendaraan. Tempatnya sangat besar, dengan desain seperti gedung Mall. tapi kami tidak masuk :D, harga tiketnya lumayan mahal, sama seperti Jatimpark 1, weekday 50.000, weekend 75.000. Kami hanya berfoto-foto di halaman museum, dengan background kendaraan tangker, dan tulisan museum angkut haha.

Pintu Masuk Museum Angkut+


Mobil tanker depan museum

Pasar Apung (satu kawasan dengan museum Angkut)

Sekitar jam 17.20 kami pulang kerumah temannya itu. kami bebersih, makan, sholat. kami agak lama sambil mengobrol-ngobrol. Jam 19.40 an kami menuju ke BNS, lagi-lagi adeknya yang anter ngga ikut masuk. BNS (Batu Night Spectaculer) adalah taman bermain dan hiburan yang menjadi landmark kota Batu, sebuah taman outdoor yang menyuguhkan beberapa wahana dan tontonan menarik. Ramai saat itu, karena malam minggu atau karena setiap hari seperti itu. HTM ke BNS: weekday 20.000, weekend 25.000, harga tiket masuk tidak termasuk dengan tiket wahana, karena tiket wahana jika ingin mecoba harus membeli di loket yang disediakan, kalau ditempat saya mungkin seperti sistem pasar malam haha. Kami tak berminat untuk mencoba beberapa wahana, karena kami sudah puas dan cukup pusing menikmati wahana di Jatim park 1. Kami melihat-lihat dan berjalan-jalan saja.


Batu Night Spektakuler (BNS)

Di BNS ternyata ada Lampion Garden, sebuah taman dengan miniatur lampion yang cantik menghiasi setiap sudut dan halaman taman. Untuk masuk ke Lampion garden harus membeli tiket 12.500. Kalau di Jogja mungkin seperti taman lampion Monjali, tapi ini lebih besar :D. Kami berfoto-foto disana, dengan background lampion yang cantik menyerupai berbagai bentuk seperti istana, menara eiffel, menara kembar, tulisan-tulisan, beberapa tokoh kartun, dan lainnya.



Istana Lampion

Taman Lampion

Kuda Lampion






Setelah dirasa cukup lelah berjalan kami putuskan keluar BNS, udara di Batu memang dingin, sebelum keluar kami sempatkan untuk beli coklat panas untuk mengusir dingin. kami sampai di rumah teman jam 22.40 an.

Kami menginap dirumah itu, yang sebelumnya dijanjikan untuk menginap dirumah buleknya yang kosong, tapi ternyata buleknya pergi dan kuncinya mungkin dibawa, jadi kami dipersilahkan menginap dirumahnya. Wah, sempat terpikir lagi ngga enak sama keluarganya, masa cewe menginap dirumah cowo, Tapi kami sangat berterimakasih, keluarganya baik. Akhirnya kami pejamkan mata lelah kami untuk bekal melanjutkan perjalanan pulang esok harinya.

16 November 2014. Jam 05.00 pagi kami bangun dan mandi, karena mungkin ibunya temen tahu kalau di daerah kami tak sedingin kota Batu, kami di kasih air hangat untuk mandi, wah baik banget ibunya. Kami juga disipkan sarapan pagi. Sekitar jam 06.30 kami diantar ke terminal Arjosari Malang menggunakan sepeda motor bareng adeknya yang biasa ngantar kemarin. Sampai di terminal jam 07.15 an, kami langsung naik bus PO. Kalisari jurusan Surabaya (@Rp. 25.000). Sekitar jam 09.00 sampai di terminal terakhir, terminal Bungur Surabaya. Kami lanjutkan menuju stasiun Surabaya Gubeng, menggunakan Bus kota (@Rp. 5.000), hanya 20 menit sampai di stasiun Gubeng. Kami mencari loker penitipan, tapi ternyata distasiun Gubeng tak ada tempat penitipan karena barang bawaan kami banyak dan berat, padahal niatnya kita mau jalan-jalan di Surabaya sebentar, karena kereta kita jam 12.00. Jadi masih ada waktu sekitar 2,5 jam.

Terminal Arjosari

Tapi yasudahlah kita menunggu sambil browsing dan mengobrol dengan teman, kebetulan temannya teman yang kos di Surabaya datang ke stasiun. Jam 11.40 kereta sudah datang dan kami disuruh masuk. Mari pulang, kami menggunakan kereta ekonomi Gaya Baru Malam (@Rp. 55.000). Keretanya masih sepi penumpang, karena mungkin penumpangnya bukan dari daerah surabayaan. Sampai di st.Lempuyangan jam 17.30 an, saya turun dan teman saya melanjutkan sampai Purwokerto, kabarnya sampai jam 21. 00 an haha.

*NOTE: Sebagai catatan saja, kami diberitahu kawan kami yang domisili di Batu tadi, kalau mau ke Kota Batu, paling praktis naik kereta jurusan st. Jombang, dari Jombang ke Batu naik bus, sekitar 2 jam perjalanan. pulang juga bisa naik lewat Jombang. nice tips for the next :D.


ok see you next adventure




Baca Selengkapnya - Perjalanan Wisata ke Kota Batu, Jawa Timur